Di era ketika kebohongan tampak lebih meyakinkan daripada kenyataan dan riuh suara sering dianggap sebagai ukuran kebenaran, manusia membutuhkan pegangan yang kokoh agar tidak tersesat. Buku ini mengajak pembaca kembali pada hakikat mendasar: memahami makna kebenaran, mengapa ia kerap ditentang, dan mengapa pada akhirnya ia selalu menang. Melalui rangkaian petuah mendalam, karya ini mengupas hubungan antara kebenaran, kejujuran, kebohongan, keberanian, serta pengorbanan di jalan yang lurus. Intisari Pemikiran: Kebenaran berdiri sendiri, tidak bergantung pada jumlah pendukung. Kebenaran adalah cahaya yang tidak akan pernah dapat dipadamkan. Diam terhadap penindasan sama dengan membiarkan kebohongan berkuasa. Kebohongan mungkin menang sesaat, tetapi tidak memiliki masa depan. Kejujuran adalah kekuatan terbesar dalam diri manusia. Kemenangan sejati adalah tetap teguh memegang kebenaran ketika dunia menolaknya. Ditulis dengan bahasa yang lugas dan reflektif, Kitab Petuah Leluhur: Hakikat Kebenaran & Kebohongan bukan sekadar bahan bacaan, melainkan cermin diri dan panduan hidup. Sebab pada akhirnya, segala sesuatu dapat berubah, tetapi kebenaran akan tetap berdiri tegak selamanya.
Unduh untuk perangkat lain: