Buku ini dengan tajam mengulas dinamika pemaknaan masyarakat terhadap ronggeng, yang tercermin dalam berbagai karya sastra Indonesia, baik puisi, prosa fiksi, maupun film. Ronggeng, yang awalnya memiliki dimensi sakral, secara perlahan berubah menjadi komoditas yang justru meminggirkan perempuan. Yang lebih menarik, penulis berhasil mengurai fenomena pergeseran makna ini dengan pendekatan kritis yang melampaui teks-teks sastra yang ada, termasuk novel, puisi, dan film.
Unduh untuk perangkat lain: