Ayah mungkin bukan sosok yang pandai merangkai kata manis. Ia jarang berucap cinta, namun punggungnya selalu siap memikul beban agar kita tetap tegak. Ia tidak banyak bicara, namun diamnya adalah bentuk perhatian yang paling dalam. Lantas, bagaimana ketika sosok itu pergi? Karena sejatinya, cinta Ayah tidak pernah benar-benar pergi. Ia hanya berpindah tempat: dari dunia nyata, menuju ruang paling abadi di dalam doa dan hati.
Unduh untuk perangkat lain: