Buku ini disusun untuk menguraikan konsep dramaturgi raja, pemahaman mengenai sejarah pra sampai raja-raja Majapahit dan sekilas setelahnya. Ditangkap dalam dua pandangan: laten (tersembunyi) dan manifes (terbuka). Pertama, pandangan laten (tersembunyi). Simbol-simbol gambar wajah, pakaian, dan cara berbicara, seseorang dapat menyampaikan pesan yang lebih dalam daripada apa yang terlihat di permukaan. Kemampuan untuk
### Melacak Nusantara Tata Negara Majapahit dan Kebrawijayaan oleh Dr. Riyanto, M.Hum., merupakan upaya mendalam untuk memahami konsep dramaturgi raja dan pemahaman mengenai sejarah pra sampai raja-raja Majapahit, serta sekilas setelahnya. Buku ini mengajak pembaca untuk memahami dua pandangan komunikasi laten (tersembunyi) dan manifes (terbuka). Pandangan laten mengajak pembaca untuk mengenali simbol-simbol dalam gambar, pakaian, dan cara berbicara yang dapat menyampaikan pesan lebih dalam dari apa yang terlihat di permukaan. Ini memungkinkan kita memahami apa yang sesungguhnya dipikirkan oleh orang lain. Pandangan manifes, di sisi lain, menekankan konflik yang tampak di permukaan sehingga mudah diketahui kondisinya. Lebih lanjut, buku ini menekankan pentingnya memahami sejarah sebagai pondasi dalam melestarikan dan menghidupkan kembali warisan leluhur. Dengan memahami berbagai lapisan komunikasi ini, seseorang dapat memetakan permasalahan dengan lebih baik. Buku ini juga memaparkan gambaran wilayah Nusantara dengan tagline "panjang punjung, pasir wukir, gemah ripah loh jinawi karta raharja." Buku ini bertujuan untuk memperkaya pemahaman tentang karakter dan nilai luhur Ke-Brawijaya-an, termasuk belajar kebersamaan, harmoni dalam keberbedaan (Bineka Tunggal Ika), mencintai bangsa dalam kewilayahan (Nusantara), setia pada diri sendiri untuk kemulyaan bangsa (Amukti Palapa), dan menelisik menuju kejayaan dan konflik yang muncul di awal keluruhan satu kemaharajaan.
Unduh untuk perangkat lain: