Buku ini hadir untuk mengurai perdebatan itu dengan jernih. Penulis menghadirkan argumentasi historis, sosiologis, dan teologis yang menunjukkan bahwa Islam sejak awal memang berdialog dengan budaya. Zakat fi trah di Indonesia misalnya, ditunaikan dengan beras karena sesuai dengan kultur pangan lokal, bukan gandum atau kurma seperti di tanah Arab. Begitu pula strategi dakwah para wali, yang melalui wayang, tembang, dan kesenian rakyat berhasil menyebarkan Islam dengan damai dan penuh kebijaksanaan. Dari sini kita belajar, Islam tidak identik dengan arabisasi; Islam adalah agama yang universal, rahmatan lil
Berikut ini sinopsis singkat buku "Idiom-idiom Islam di Indonesia Transformasi dan Kreasi" yang dapat disajikan di cover belakang --- Berikut ini rangkuman singkat isi buku --- Buku ini merupakan hasil penelitian mendalam tentang evolusi berbagai idiom Islam di Indonesia, yang ditulis dengan tekun dan ketekunan oleh penulis. Pengantar penulis menjelaskan bahwa proses menulis buku ini membutuhkan banyak bacaan dan pemetaan terkait objek penelitian, serta berbagai bantuan dari berbagai pihak. Isi buku ini mencakup pemetaan dan analisis berbagai idiom Islam di Indonesia, termasuk pengaruh dakwah para wali dalam membawa Islam dengan damai melalui wayang, tembang, dan kesenian rakyat. Buku ini juga menyajikan kritik terhadap upaya pemutlakan yang sering kali mengabaikan konteks kultural Indonesia, khususnya Jawa. Buku ini mengajak pembaca untuk memahami realitas sosial umat Islam yang plural, serta pentingnya konsep pribumisasi Islam. Buku ini layak dijadikan rujukan bagi berbagai kalangan, termasuk akademisi, santri, dan cendekiawan yang ingin memahami wajah Islam di Indonesia. Semoga buku ini dapat memberi manfaat bagi pembaca. --- Penjelasan ini ringkas namun mencakup inti dari buku, termasuk tujuan penulisannya, konten utama, dan manfaatnya bagi pembaca. Ini memberikan gambaran cepat tentang isi buku tanpa mengutip teks asli.
Unduh untuk perangkat lain: