Buku ini menghadirkan rangkaian catatan reflektif tentang dinamika pemutakhiran data pemilih yang sering kali berlangsung jauh dari sorotan publik. Melalui lima seri tulisan, penulis mengajak pembaca melihat bahwa data pemilih bukan sekadar angka atau daftar administratif, melainkan representasi keberadaan warga negara dalam sistem demokrasi. Berbagai kisah lapangan, pengalaman bertemu warga, hingga peristiwa sederhana yang menyertai proses pencocokan data memperlihatkan bahwa setiap nama dalam daftar pemilih memiliki cerita dan hak yang harus dijaga. Buku ini juga mengajak pembaca memahami bahwa menjaga akurasi data pemilih berarti merawat martabat warga negara sekaligus memperkuat fondasi demokrasi. Dengan gaya reflektif dan naratif, buku ini membuka ruang pemikiran bahwa demokrasi tidak hanya berlangsung pada hari pemungutan suara, tetapi juga melalui kerja-kerja sunyi yang memastikan setiap warga tetap tercatat dan diakui hak pilihnya.
Unduh untuk perangkat lain: