Buku ini hadir sebagai jawaban atas tantangan geografis dan sosiokultural di daerah kepulauan, dengan mendokumentasikan transformasi pembelajaran melalui pendekatan yang lebih egaliter dan memanusiakan siswa. Melalui semangat "Saraba Kawa" dan dukungan media digital interaktif yang telah divalidasi secara ketat, karya ini membuktikan bahwa keterbatasan di wilayah 3T bukanlah penghalang untuk menumbuhkan literasi sains yang tajam serta karakter kemandirian yang kokoh.
### Pembelajaran Fisika Berbasis Demokratik Implementasi di Daerah Kepulauan Sangihe adalah buku yang berfokus pada implementasi pendekatan pembelajaran fisika yang inklusif dan merdeka di wilayah perbatasan utara Nusantara. Buku ini disusun oleh Dr. Jeane Cornelda Rende, M.Si. dan Kenny Setiawan Lahope, S.Pd., M.Pd., dengan didukung oleh tim editor dan desainer yang berpengalaman. Buku ini membahas problematika pembelajaran fisika di wilayah 3T (Tertinggal, Terpencil, Terbatas), khususnya di daerah kepulauan Sangihe. Melalui pendekatan demokratis, buku ini menunjukkan bahwa keterbatasan geografis dan sosiokultural bukan menjadi hambatan untuk menumbuhkan literasi sains yang tajam dan karakter kemandirian yang kokoh. Penulis menganalisis kondisi objektif pendidikan di daerah tersebut dan mendokumentasikan transformasi pembelajaran yang dilakukan. Buku ini berharap dapat menginspirasi para praktisi pendidikan untuk terus menghadirkan pembelajaran yang merdeka, kontekstual, dan inklusif bagi generasi masa depan di seluruh pelosok tanah air. Melalui semangat "Saraba Kawa", pendekatan demokratis ini bertujuan untuk memajukan kualitas pendidikan di wilayah perbatasan utara Nusantara. Diterbitkan oleh Penerbit Lakeisha pada Juni 2026, buku ini mencakup 114 halaman dengan ukuran 14,8 cm × 21 cm dan dipenuhi dengan informasi penting yang dapat membantu meningkatkan kualitas pendidikan di daerah perbatasan.
Unduh untuk perangkat lain: