Krisis lingkungan bukan sekadar masalah teknis, tetapi juga cerminan dari krisis cara pandang manusia terhadap alam, moralitas, dan masa depan bersama. Buku "Lingkungan dan Filsafat: Sebuah Analisis Kritis Bagian 2" menyajikan eksplorasi mendalam atas keterkaitan antara filsafat, budaya lokal, dan tanggung jawab moral dalam menjawab tantangan ekologi kontemporer. Melalui pendekatan interdisipliner dan reflektif, buku ini mengajak pembaca untuk menelaah akar-akar filosofis krisis lingkungan dan merumuskan paradigma baru yang lebih adil, relasional, dan berkelanjutan. Bagian awal buku mengangkat filsafat lokal dan kearifan ekologis Nusantara sebagai warisan pemikiran dan praktik yang telah lama terbukti menjaga harmoni manusia-alam. Berbagai studi kasus seperti Tri Hita Karana, Sasi, Awig-awig, dan Hutan Adat Kalimantan dipaparkan sebagai model etika dan tata kelola lingkungan berbasis komunitas. Bab selanjutnya membahas krisis iklim dari perspektif filosofis dan etis, termasuk pembahasan mendalam tentang epistemologi, keadilan antargenerasi, serta tanggung jawab individu dan kolektif. Di bagian akhir, buku ini menawarkan landasan bagi pembangunan filsafat lingkungan transformatif
Unduh untuk perangkat lain: