Buku ini mengajak pembaca menelusuri ulang akar historis dan epistemologis dari bias gender dalam tradisi tafsir Islam. Dengan tajam namun penuh kehati-hatian, penulis membedah bagaimana tafsir yang lahir dalam struktur sosial patriarkal sering kali menempatkan laki-laki sebagai pusat makna dan otoritas keagamaan, sementara pengalaman perempuan dikesampingkan. Melalui analisis kritis terhadap phallosentrisme yakni dominasi simbol maskulinitas dalam bahasa, budaya, dan tafsir buku ini membuka ruang refleksi tentang bagaimana teks-teks suci dapat dipahami secara lebih adil, setara, dan membebaskan. Sebagai tawaran metodologis, Metode Musy
### Menafsirkan Ulang Gender dan Kekuasaan Metode Musyârakah Sebagai Kritik Terhadap Phallosentrisme merupakan buku yang menyajikan metode kritis dalam menafsirkan ulang konsep gender dan kekuasaan yang dikritisi melalui lensa filsafat dan teori sosial. Penulis, Ubu Misbahudin, dalam buku ini menguraikan konteks hambatan dan rintangan yang dihadapi dalam proses penulisan, serta menyampaikan terima kasih kepada berbagai pihak yang membantu. Buku ini memulai dengan definisi Phallosentrisme dan sejarahnya, mengidentifikasi dominasi simbol laki-laki dalam struktur pemikiran dan budaya, dan menawarkan rekonstruksi kritik terhadap Phallosentrisme melalui reinterprestasi ayat-ayat terkait. Selanjutnya, penulis menyajikan metode musyârakah sebagai pendekatan kritis yang relevan, mencakup prinsip-prinsipnya dan langkah-langkah penafsirannya. Metode musyârakah, yang diilustrasikan melalui contoh penafsiran, diperkenalkan sebagai alternatif yang mendalam dalam mengevaluasi dan memahami konsep gender dan kekuasaan. Buku ini ditujukan bagi para peneliti, mahasiswa, dan praktisi sosial yang berminat untuk mengkritisi dan merenovasi pemahaman mereka terhadap gender dan kekuasaan dalam berbagai konteks. Alhamdulillah, buku ini disusun dengan doa dan harapan bahwa dapat memberikan manfaat yang berarti bagi pembaca.
Unduh untuk perangkat lain: