Buku ini menelusuri perjumpaan Islam, nasionalisme, serta kebangsaan Indonesia melalui pintu hadis tentang cinta tanah air dan pembacaan kritis terhadap manhaj Salafi. Penulis mengurai genealogi nasionalisme modern, dinamika wacana kebangsaan di dunia Islam, lalu menempatkan pengalaman Indonesia sebagai laboratorium penting relasi tauhid, Pancasila, serta NKRI. Fokus utama diarahkan pada cara kalangan Salafi memahami hadis-hadis nasionalisme, memaknai simbol negara, memosisikan demokrasi, serta merumuskan loyalitas keimanan di tengah negara-bangsa. Analisis tekstual dipertemukan dengan potret sosial gerakan Salafi Indonesia guna menunjukkan keragaman tipologi, spektrum sikap, juga titik-titik ketegangan di akar rumput. Pembaca diajak melihat kemungkinan lahirnya nasionalisme religius yang setia pada kemurnian tauhid tanpa menafikan konsensus kebangsaan. Karya ini relevan bagi dosen, peneliti, pengkaji hadis, aktivis dakwah, pendidik, maupun perumus kebijakan yang bergelut dengan isu moderasi beragama, radikalisme, serta penguatan wawasan kebangsaan.
Unduh untuk perangkat lain: