Knobe adalah sebuah instrumen bambu lahir dari masyarakat Atoin Meto’ di Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur yang menempati posisi khas sebagai medium ekspresi budaya sekaligus penanda identitas etnis. Lebih dari sekadar alat musik, Knobe merupakan wujud hubungan antara manusia, alam, dan nilai-nilai spiritual yang telah diwariskan lintas generasi. Perjalanan budaya Knobe dalam berbagai konteks kehidupan masyarakat TTS mulai dari hiburan sederhana di ladang hingga perannya sebagai alat komunikasi tradisional antar perkampungan. Melalui penjelajahan mendalam, pembaca diajak memahami bagaimana teknik pembuatan Knobe hanya dikuasai oleh pengrajin tertentu, bagaimana keterampilan memainkannya diturunkan melalui tradisi lisan, dan bagaimana modernisasi menimbulkan ancaman nyata terhadap keberlanjutan warisan ini. Minimnya dokumentasi ilmiah serta melemahnya transmisi budaya antargenerasi membuat Knobe berada di ambang kerentanan. Pentingnya strategi pelestarian dan revitalisasi agar instrumen tradisional ini tetap relevan di tengah perubahan sosial. Temuan-temuan penelitian tidak hanya memperkaya kajian etnomusikologi dan antropologi budaya Indonesia, tetapi juga memberikan kontribusi praktis bagi upaya pemajuan kebudayaan dan penguatan identitas lokal. Knobe sebagai suara budaya yang mencerminkan sejarah, daya lenting, dan estetika masyarakat Timor Tengah Selatan serta sebagai warisan takbenda yang patut dijaga untuk generasi mendatang. Knobe : Suara Budaya dan Identitas Musik Tradisional Timor Tengah Selatan
Unduh untuk perangkat lain: