Kato nan Ampek: Falsafah Adat Bersendi Kitabullah Integrasi Nilai Adat dan Prinsip Tindak Tutur Qur’ani Minangkabau adalah peradaban yang berpegang teguh pada pilar filosofis: “Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah” (Adat bersandar pada Hukum Islam, dan Hukum Islam bersandar pada Al-Qur’an). Prinsip sakral inilah yang membentuk karakter dan etika sosial masyarakatnya selama berabad-abad. Buku ini menyelami jantung etika komunikasi Minangkabau: Kato nan Ampek (Empat Jenis Tutur Kata): Kato Mandaki, Kato Manurun, Kato Malereang, dan Kato Mandata. Lebih dari sekadar aturan budaya, Kato nan Ampek adalah peta moral yang memandu kesantunan, kebijaksanaan, dan penghormatan dalam setiap interaksi sosial, memastikan tata krama sesuai dengan hierarki dan konteks. Penulis menyajikan sebuah kajian akademik komprehensif, membedah bagaimana falsafah Adat ini berintegrasi secara mendalam dengan prinsip-prinsip etika komunikasi universal yang termaktub dalam Al-Qur’an. Penelitian ini membuktikan bahwa nilai kesantunan, penghormatan, dan kebijaksanaan yang terkandung dalam Kato nan Ampek selaras dan diperkuat oleh ajaran suci Islam. Di tengah perkembangan zaman dan krisis komunikasi modern, karya ini menegaskan kembali relevansi nilai-nilai tersebut sebagai fondasi pendidikan karakter.
Unduh untuk perangkat lain: