Buku ini hadir sebagai “teman duduk” bagi para pendidik yang mungkin sedang merasa lelah, kehilangan makna, atau terjebak dalam rutinitas administratif yang membebani. Penulis, Ahmad Ridho, membawa premis utama bahwa energi itu menular: di dalam kelas, guru tidak hanya mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga mentransfer suasana hati. Mustahil bagi seorang guru untuk menyalakan cahaya di mata murid-muridnya jika api semangat di dalam dirinya sendiri sudah padam. ?Secara garis besar, buku ini mengajak guru untuk merawat kesehatan mental dan jiwa mereka terlebih dahulu sebelum bisa mendidik orang lain dengan maksimal. ?”Jangan Jadi Guru Kalau Nggak Bahagia” bukan bermaksud melarang seseorang menjadi guru, melainkan sebuah ajakan revolusioner untuk mengubah mindset. Buku ini mengingatkan bahwa guru adalah arsitek jiwa; dan untuk membangun jiwa-jiwa yang hebat, sang arsitek harus memiliki jiwa yang utuh dan bahagia. Jangan Jadi Guru Kalau Nggak Bahagia
Unduh untuk perangkat lain: