Isu Palestina bukanlah sekadar persoalan geopolitik, melainkan telah menjelma menjadi simbol perjuangan kemanusiaan yang sarat dengan makna ideologis, emosional, dan politis. Dalam konteks ini, media sosial tidak hanya berfungsi sebagai sarana penyebaran informasi, tetapi juga sebagai arena kontestasi makna. Berbagai aktor—baik individu, kelompok, maupun institusi—berupaya membingkai realitas Palestina sesuai dengan kepentingan, nilai, dan ideologi yang mereka anut. Di sinilah terjadi apa yang dapat disebut sebagai “perebutan makna kemanusiaan,” di mana narasi tentang penderitaan, keadilan, solidaritas, dan perlawanan diproduksi, direproduksi, bahkan diperdebatkan secara intens.
Unduh untuk perangkat lain: