Buku ini berangkat dari satu pemahaman sederhana, bahwa bencana tidak pernah hanya berlangsung di alam. Letusan gunung memang terjadi di puncak Sinabung, tetapi dampaknya masuk ke rumah-rumah, ke ladang, ke sekolah, ke tempat ibadah, ke warung kopi, dan ke seluruh percakapan masyarakat. Orang tidak hanya menghadapi debu vulkanik, awan panas, atau pengungsian, tetapi juga harus menghadapi pertanyaanpertanyaan yang lebih dalam: mengapa ini terjadi, bagaimana harus memaknainya, bagaimana hidup harus diteruskan, dan apa yang harus dilakukan ketika keadaan normal yang selama ini mereka kenal tidak lagi utuh. Karena itu, buku ini tidak hanya berbicara tentang erupsi sebagai peristiwa alam, tetapi juga tentang erupsi sebagai pengalaman sosial dan komunikasi.
### --- Suara-Suara di Kaki Gunung Sinabung Buku ini berawal dari sebuah penelitian akademik yang mempelajari kawasan sekitar Gunung Sinabung. Namun, dalam proses penyusunan, penulis merasa bahwa pengalaman masyarakat di lereng Sinabung tidak cukup dijelaskan hanya melalui laporan ilmiah. Kehidupan warga di sana menunjukkan lapisan yang jauh lebih kaya, terdiri dari berbagai emosi, keyakinan, perubahan dalam cara berbicara, pergeseran topik percakapan, perubahan perilaku, dan upaya terus-menerus untuk menyesuaikan diri dengan keadaan yang tidak pernah benar-benar stabil. Gunung Sinabung, sebuah gunung berapi yang terletak di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, sebelum tahun 2010 bukanlah zona risiko bencana. Namun, sejak erupsi pertama pada tahun 2010, warga sekitar terus mengalami perubahan yang signifikan dalam kehidupan mereka. Buku ini menggabungkan temuan penelitian dengan narasi yang lebih mengalir dan mendekatkan pembaca dengan pengalaman manusia. Melalui suara-suara warga yang terdengar di kaki Gunung Sinabung, kita dapat merasakan ketakutan, keyakinan, perubahan, dan upaya adaptasi mereka dalam menghadapi bencana yang tak terduga. --- Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang Dilarang memperbanyak atau memindahkan sebagian dari isi buku ini dalam bentuk apapun, baik secara elektronik maupun mekanis, termasuk memfotocopy, merekam, dan dengan sistem penyimpanan lainnya tanpa izin tertulis dari penulis. --- Penulis Rudianto Editor Sigit Hardiyanto Cetakan Pertama Juni 2026 Jumlah Halaman xii + 210 Ukuran Buku 15,5 x 23 cm --- Semoga sinopsis ini dapat memberikan gambaran yang jelas tentang isi buku "Suara-Suara di Kaki Gunung Sinabung".
Unduh untuk perangkat lain: