Perusahaan pada dasarnya didirikan untuk mencapai profitabilitas melalui peningkatan kinerja keuangan. Namun, fokus semata pada laba tidak cukup untuk menjamin pertumbuhan yang berkelanjutan. Kompleksitas dunia bisnis saat ini menuntut perusahaan untuk mempertimbangkan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan melalui penyusunan Laporan Keberlanjutan (Sustainability Report) yang mengacu pada standar Global Reporting Initiative (GRI) dan diwajibkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Laporan ini tidak hanya menjadi sarana pertanggungjawaban, tetapi juga alat komunikasi strategis dengan pemangku kepentingan serta memiliki potensi memengaruhi kinerja keuangan perusahaan yang diukur menggunakan Return On Assets (ROA).
### Buku ini berfokus pada aspek penting dari sustainability reporting dalam dinamika kinerja keuangan perusahaan modern. Melalui tiga bab utama, buku ini menjelaskan evolusi paradigma bisnis modern, peran laporan berkelanjutan, dan sejarah serta evolusi sustainability reporting di Indonesia. Bab pertama mengulas evolusi bisnis modern dan bagaimana laporan berkelanjutan menjadi instrumen penting dalam meningkatkan akuntabilitas perusahaan. Bab kedua mengeksplorasi perkembangan sejarah sustainability reporting dari awal mula hingga era ESG, serta faktor-faktor yang mendorong transformasi menuju laporan berkelanjutan. Bab ketiga membahas stakeholder, teori legitimasi, dan dampak laporan berkelanjutan pada kinerja keuangan perusahaan. Buku ini tidak hanya memberikan pemahaman mendalam tentang sustainability reporting, tetapi juga menyediakan wawasan tentang bagaimana laporan berkelanjutan dapat mempengaruhi kinerja finansial perusahaan, dengan fokus khusus pada perbankan.
Unduh untuk perangkat lain: