Dalam lintasan sejarah pendidikan Islam di Jawa, peran kyai tidak terbatas sebagai guru agama, tetapi juga berfungsi sebagai penjaga nilai-nilai lokal dan spiritualitas masyarakat. Salah satu figur yang menarik adalah Kyai Sholih dari Desa Panohan, yang oleh masyarakat setempat dikaitkan secara simbolik dengan sosok mitologis Sabdo Palon
singkat buku ini dapat disajikan sebagai berikut --- Buku ini merupakan hasil kerjasama antara tim penyusun dari STIT "Al-Muslihuun" Tlogo Blitar dalam mata kuliah Sejarah Peradaban Islam. Buku ini menggambarkan peran Kyai Sholih dalam memperkuat nilai-nilai Islam di desa Panohan melalui wawancara lokal, penjagaan spiritual oleh Sabdo Palon, dan pengaruhnya dalam pendidikan Islam. Selain itu, buku ini juga mencakup jejak pengorbanan dua mubaligh agung, abah Faruq, dan kontroversi seputar praktik spiritualisme di kalangan tokoh-tokoh Islam modernis. Buku ini bertujuan untuk memberikan wawasan lebih mendalam tentang peran kyai dalam masyarakat dan bagaimana mereka memperkuat hubungan antara Islam dan kultur lokal. --- singkat ini ringkas dan mencakup inti dari isi buku yang diberikan, sesuai untuk cover belakang buku.
Unduh untuk perangkat lain: