Kepramukaan sebagai gerakan pendidikan nonformal memiliki peran strategis dalam membentuk karakter, kepemimpinan, kemandirian, serta semangat kebangsaan generasi muda. Sejak berdirinya Gerakan Pramuka yang diresmikan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono IX pada tahun 1961, pendidikan kepramukaan terus berkembang sebagai wahana pembinaan kaum muda di Indonesia. Nilai-nilai yang berlandaskan pada Dasa Dharma dan Tri Satya menjadi fondasi dalam membangun pribadi yang berintegri tas, bertanggung jawab, dan peduli terhadap sesama. Dalam konteks manajemen pendidikan, kepramukaan tidak hanya berbicara tentang kegiatan lapangan, tetapi juga mencakup perencanaan program, pengorganisasian sumber daya, pelaksanaan kegiatan, hingga evaluasi dan pengembangan berkelanjutan. Buku ini membahas prin sip-prinsip manajemen yang dapat diterapkan dalam pengelolaan gugus depan, kwartir, serta satuan karya, dengan pendekatan yang integratif antara teori dan praktik.
Unduh untuk perangkat lain: