Judul buku ini sendiri sudah menjadi pernyataan sikap. Kau Aku Tak Mati Kutu adalah semacam pembangkangan terhadap idiom umum "mati kutu"-yang berarti tak berdaya. Penyair justru menegaskan sebaliknya: cinta tidak melumpuhkan, melainkan menghidupkan. Ia menjadi daya tahan, menjadi alasan untuk terus bernapas, bahkan ketika dunia di sekeliling runtuh.
Unduh untuk perangkat lain: