Perempuan yang banyak tersenyum itu pernah menjadi anak kecil yang sering menangis diam-diam. Ia tumbuh dengan banyak pertanyaan tentang satu kata yang paling dekat sekaligus paling rumit: ibu. Bertahun-tahun ia mencoba memahami, bagaimana mungkin seseorang bisa merindukan sosok yang sekaligus melukainya? Bertahun-tahun kemudian, ketika ia sendiri menjadi seorang ibu, ia menyadari satu hal penting. Yaitu masa lalu tidak harus diwariskan. Jangan Tolak Ibu adalah kisah tentang luka yang tidak selalu diakui, tentang memaafkan tanpa kehilangan diri, dan tentang keberanian seorang perempuan memutuskan keluar membangun rumah yang lebih aman. Sebuah catatan sunyi yang mungkin akan membuat benak orang berkata "aku tidak sendirian." atau malah berdecak tanya
Buku "Jangan Tolak Ibu" merupakan catatan perjalanan seorang anak dalam memahami masa kecilnya dan perjalanan seorang perempuan yang belajar menjadi ibu dengan cara uniknya. Buku ini menggambarkan bagaimana seseorang bisa tetap menjadi seorang anak, sambil belajar menjadi ibu, dan bagaimana mereka mencoba membangun rumah yang lebih hangat untuk generasi berikutnya. Bukan hanya tentang hubungan seorang anak dengan ibunya, buku ini juga menggali lebih dalam tentang bagaimana seseorang bisa tetap tumbuh, mencintai, dan membangun rumah yang lebih hangat bagi generasi berikutnya, meskipun belajar memahami kata “ibu” dengan cara yang lebih rumit. Buku ini juga membahas perasaan merindukan seseorang yang juga membuat kita takut, dan bagaimana proses berdamai dengan luka dan kebingungan yang dialami. Jika ada bagian dari kisah ini yang terasa dekat dengan kehidupan Anda, semoga Anda tahu bahwa Anda tidak sendirian.
Unduh untuk perangkat lain: