Buku ini lahir dari kegelisahan akademik terhadap kecenderungan riset kontemporer yang semakin pragmatis dan instan, sementara akar tradisi keilmuan Islam yang berbasis studi kepustakaan justru mulai terpinggirkan. Padahal, sejarah mencatat bahwa peradaban Islam mencapai puncak kejayaannya melalui budaya literasi, penyalinan manuskrip, kritik teks, dan pengelolaan perpustakaan yang sistematis. Lembaga seperti Bayt al-Hikmah menjadi bukti bahwa perpustakaan bukan sekadar ruang penyimpanan buku, melainkan pusat produksi dan transformasi ilmu pengetahuan dunia. Dalam konteks pendidikan tinggi keagamaan Islam saat ini, studi kepustakaan sering dipahami secara teknis semata sekadar metode penelitian berbasis literatur. Buku ini berupaya merekonstruksi pemahaman tersebut dengan menempatkan studi kepustakaan sebagai tradisi epistemologis yang berakar pada tauhid, sanad keilmuan, dan integrasi wahyu serta akal. Dengan demikian, kajian literatur tidak hanya menjadi prosedur metodologis, tetapi juga menjadi praktik intelektual yang sarat nilai, etika, dan tanggung jawab ilmiah.
singkat buku ini dapat disajikan sebagai berikut --- Ini adalah "Studi Kepustakaan dalam Tradisi Keilmuan Islam dari Manuskrip Klasik Hingga Digital Humanities," sebuah karya yang ditulis oleh Abdul Hafiz, Saprun, Dr. H. Palahuddin, dan Fitri Rahmawati. Buku ini menggali profundi pengertian ilmu dalam Al-Qur'an dan Sunnah, menggali tradisi Iqra' sebagai fondasi peradaban literasi, dan mempertimbangkan perbedaan antara penelitian kepustakaan Barat dan Islam. Penulis menyoroti peran perpustakaan dalam peradaban Islam, mulai dari Bayt al-Hikmah hingga era digital. Buku ini juga mengajukan pemahaman baru tentang studi kepustakaan sebagai tradisi epistemologis yang berakar pada tauhid, sanad keilmuan, dan integrasi wahyu serta akal. Selain itu, buku ini memaparkan epistemologi studi kepustakaan Islam, sumber pengetahuan dalam Islam, otoritas dan sanad keilmuan, serta paradigma tauhid dalam penelitian kepustakaan. Metodologi penelitian kepustakaan dalam pendidikan Islam juga menjadi fokus, termasuk definisi dan karakteristik penelitian berbasis literatur, serta teknik pengumpulan sumber primer dan sekunder. --- ini mencakup aspek-aspek utama yang disajikan dalam buku tersebut, tanpa menyertakan informasi yang tidak ada dalam konteks yang diberikan.
Unduh untuk perangkat lain: