Buku ini lahir dari kegelisahan akademik sekaligus refleksi spiritual penulis terhadap realitas krisis ekologis global yang semakin mengkhawatir kan. Kerusakan lingkungan, eksploitasi sumber daya alam yang berlebihan, serta rendahnya kesadaran ekologis menjadi tantangan besar bagi dunia pendidikan, termasuk dalam pembelajaran bahasa Arab. Dalam konteks ini, pendekatan ekoteologi
### "Internalisasi Nilai-Nilai Ekoteologi dalam Kurikulum Bahasa Arab Berbasis Cinta" Buku ini merupakan hasil refleksi akademik dan spiritual penulis terhadap krisis lingkungan global yang semakin mengkhawatirkan. Dalam konteks ini, pendekatan ekoteologi—yang mengintegrasikan nilai-nilai ketauhidan, amanah kekhalifahan, dan tanggung jawab moral terhadap alam—menjadi relevan untuk diinternalisasikan dalam kurikulum pendidikan. Konsep "kurikulum berbasis cinta" dalam buku ini dipahami sebagai paradigma pendidikan yang menempatkan cinta kepada Allah, sesama manusia, dan alam semesta sebagai fondasi pembelajaran. Cinta dalam konteks ini dimaknai sebagai kesadaran spiritual, empati sosial, dan tanggung jawab ekologis yang terintegrasi dalam proses pembelajaran bahasa Arab. Buku ini menyajikan landasan filosofis, teologis, dan pedagogis menyangkut ekoteologi dalam perspektif Islam, serta relevansinya dengan pengembangan kurikulum bahasa Arab. Selain itu, buku ini juga menawarkan model implementasi pembelajaran yang mengintegrasikan nilai-nilai ekoteologi ke dalam keterampilan berbahasa secara sistematis dan berorientasi pada pembentukan Higher Order Thinking Skills (HOTS). Penulis menyadari bahwa buku ini masih jauh dari sempurna, dan kritik dan saran yang konstruktif sangat diharapkan demi penyempurnaan karya ini di masa mendatang. Semoga buku ini dapat memberikan kontribusi ilmiah bagi pengembangan kurikulum bahasa Arab yang lebih humanis, integratif, dan berorientasi pada keberlanjutan.
Unduh untuk perangkat lain: