Teknik kultur in vitro menawarkan teknologi untuk perbaikan tanaman (produksi tanaman haploid dan triploid, fertilisasi in vitro, penyelamatan embrio hibrida, seleksi varian), perbanyakan klonal (mikropropagasi), eliminasi virus (kultur meristem pucuk), konservasi plasma nutfah, produksi fitokimia industri, dan regenerasi tanaman dari sel yang dimanipulasi secara genetik melalui teknologi DNA rekombinan (rekayasa genetika) atau fusi sel (hibridisasi somatik dan sibridisasi). Penelitian yang cukup besar sedang dilakukan untuk memahami fisiologi dan genetika embriogenesis dan organogenesis in vitro menggunakan sistem model, khususnya pada Arabidopsis dan wortel, yang kemungkinan akan meningkatkan efisiensi protokol regenerasi in vitro. Kontribusi terpenting yang diberikan melalui teknik kultur in vitro adalah demonstrasi kapasitas unik sel tanaman untuk meregenerasi menjadi tanaman lengkap melalui organogenesis atau embriogenesis, tanpa memandang sumbernya (akar, daun, batang, bagian bunga, serbuk sari, endosperma)
Unduh untuk perangkat lain: