Buku ajar ini disusun sebagai respons terhadap meningkatnya kebutuhan akan pemahaman yang terintegrasi antara ilmu kebumian dan studi kebencanaan, khususnya dalam konteks pendidikan tinggi dan pengembangan kapasitas profesional. Planet Bumi, tempat kita hidup dan bergantung, merupakan sistem yang dinamis, kompleks, dan saling terkait, di mana proses-proses geologis, atmosferik, dan hidrosferik berinteraksi secara terus-menerus. Interaksi ini, meskipun bersifat alami, dapat memicu fenomena ekstrem yang berpotensi menjadi bencana ketika bersinggungan dengan kerentanan manusia dan lingkungan.
singkat buku "Ilmu Kebumian untuk Kajian Kebencanaan" oleh H.S. Ijah Aputra dirancang untuk menyediakan sumber belajar yang komprehensif yang menggabungkan pengetahuan ilmu kebumian dengan praktik manajemen risiko bencana. Buku ini mencakup berbagai aspek penting, termasuk identifikasi bahaya, analisis kerentanan dan kapasitas, pemodelan risiko, serta pendekatan mitigasi dan kesiapsiagaan yang berbasis data geospasial dan teknologi terkini. Bab pertama mengenalkan konsep-konsep dasar ilmu kebumian dan kebencanaan, sementara bab berikutnya memperdalam pemahaman pembaca tentang proses pembentukan gempa bumi dan tsunami, serta dampaknya terhadap masyarakat. Bab 5 membahas siklus hidrologi dan proses banjir, termasuk dampaknya terhadap lingkungan dan masyarakat. Buku ini berfokus pada pengembangan strategi pengurangan risiko bencana berbasis ilmu pengetahuan, dengan pendekatan interdisipliner dan kontekstual yang diharapkan dapat menghubungkan teori dengan praktik dalam konteks Indonesia, yang berhadapan dengan risiko bencana yang tinggi. Dengan menyajikan materi secara sistematis dan mendalam, buku ini diharapkan dapat menjadi rujukan yang relevan dan komprehensif bagi mahasiswa, peneliti, dan praktisi dalam manajemen risiko bencana.
Unduh untuk perangkat lain: