Buku ini hadir sebagai upaya untuk memahami fenomena tersebut dengan menggunakan perspektif modal sosial, khususnya pemikiran Nan Lin, yang menekankan pentingnya akses terhadap sumber daya dalam membangun dan mempertahankan hubungan sosial. Dalam konteks kajian sosial, modal sosial telah menjadi salah satu konsep yang banyak digunakan untuk memahami dinamika hubungan antarindividu dan kelompok. Nan Lin, sebagai salah satu pemikir utama dalam bidang ini, menawarkan pandangan bahwa modal sosial bukan sekadar hubungan sosial yang abstrak, melainkan sumber daya yang memiliki nilai ekonomi dan dapat dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan. Pendekatan ini memberikan perspektif yang kaya dalam menganalisis bagaimana tradisi dikomodifikasi, dikelola, dan dikapitalisasi dalam sistem ekonomi kontemporer.
Unduh untuk perangkat lain: