Proses dinamis dalam komunikasi lintas budaya terjadi, karena membutuhkan berbagai dasar pemahaman dari seorang individu untuk memahami pelbagai aspek orang lain yang diajak berkomunikasi. Aspek sosial, aspek budaya, aspek psikologis dan yang tidak kalah penting adalah aspek ideologis. Memahami masing-masing perbedaan secara seksama, maka proses komunikasi dapat terlaksana. Komunikasi lintas budaya, akan membuka berbagai latar belakang seseorang dari mana mereka berasa dan siapa meraka dan untuk tujuan apa mereka berkomunikasi dengan orang lain yang berbeda budaya. Hal ini secara otomatis akan berjalan sebagaimana mestinya, karena komunikasi lintas budaya melibatkan orang yang awalnya tidak saling mengenal satu sama lain, menjadi intim jika komunikasi itu berlanjut atau mengalami proses komunikasi yang intens. Kita sebagai manusia, membutuhkan komunikasi untuk mem- pertahankan kehidupan kita dengan berbagai tujuan tentunya. Untuk itu, dalam menjalaninya kita tetap harus memiliki nilai-nilai budaya yang kita tetap pegang erat sebagai manusia. Kita tidak boleh kehilangan konsep nilai budaya kita ketika berkomunikai dengan budaya orang lain yang berbeda dengan tujuan kita mendapatkan suatu pengetahuan baru pada diri kita. Bertemu dengan orang-orang dan saling bercerita, sangat penting bagi peneliti komunikasi lintas budaya. Kita tidak jarang dihadapkan atau dipertemukan dengan orang yang berbeda budaya dan memilki Klik atau kesepakatan secara tidak langsung tentang sebuah ide. Ada keselrasan dalam suatu konsep berpikir, walau orang yang kita temui, baru bertemu beberapa saat, namun tentunya kita juga memiliki nilai di mata orang yang kita kenal. Respect (hormat) adalah salah satu cara kita sebagi peneliti Komunikasi Lintas Budaya dapat difahami oleh orang yang kita kenal karena berbeda budaya. Penelitian Komunikasi Lintas Budaya, tidak berbeda dengan metode penelitian kualitatif lainnya. Perbedaan terdapat pada konteks penelitiannya saja. Penelitian Komunikasi Lintas Budaya yang diteliti secara metode kualitatif, berawal dari fenomena yang terjadi. Pengamatan awal adalah berasal dari hasil kita mengamati satu fokus peristiwa tentang suatu hal yang ingin kita gali lebih jauh lagi, Alih-alih dalam sebuah peristiwa komunikasi memiliki hal-hal unik. Peneltian komunikasi lintas budaya tidak terbatas dengan ruang dan waktu. Kita bisa melaksanakan penelitian di manapaun, misalnya di lingkungan sekitar kita, di pasar, di sebuah mall, di sebuah kompleks perumahan, di lingkungan apartemen, di sekolahan, di universitas, di suatu klub sepak bola, para kelompok atau komunitas pendukung tim sepak bola atau para pehobi di bidang-bidang tertentu. Komunikasi Lintas Budaya dapat ditemukan dimanapun dan kapan pun.
### "Komunikasi Lintas Budaya" Buku "Komunikasi Lintas Budaya" oleh Yoki Yusanto merupakan hasil penyusunan yang cermat berdasarkan penelitian dan kajian pustaka. Buku ini membahas konsep komunikasi lintas budaya secara mendalam, mulai dari definisi hingga aplikasinya dalam konteks budaya yang berbeda. BAB I membuka dengan pengertian dasar komunikasi lintas budaya, menjelaskan bahwa komunikasi ini terjadi antara individu dengan latar belakang budaya yang berbeda. BAB II memperdalam konsep ini dengan mengeksplorasi komunikasi verbal dan non-verbal, serta teori-teori komunikasi lintas budaya yang relevan. BAB III melanjutkan dengan konseptualisasi komunikasi lintas budaya, memberikan landasan teoritis yang kuat untuk pemahaman yang lebih mendalam. BAB IV mengungkapkan hasil penelitian langsung yang dilakukan oleh penulis di Belanda, khususnya terkait fenomenologi komunikasi Orang Asli Papua (OAP) di sana, dan merumuskan model komunikasi lintas budaya OAP. BAB V membahas strategi penulisan narasi komunikasi lintas budaya, menyediakan panduan praktis bagi para penulis dalam menyampaikan penelitian dengan tepat dan efektif. BAB VI memaparkan pengalaman penelitian komunikasi lintas budaya di Belanda, memberikan wawasan langsung dari lapangan. BAB VII menyelesaikan pembahasan dengan merancang penelitian komunikasi lintas budaya, memberikan petunjuk bagi para peneliti dalam merumuskan rencana penelitian yang solid. Dengan demikian, buku ini tidak hanya memberikan pemahaman teoritis yang mendalam tetapi juga memberikan praktik langsung dari penelitian dan penulisan dalam bidang komunikasi lintas budaya. Semoga buku ini dapat menjadi sumber yang berharga bagi para peneliti, mahasiswa, dan profesional yang tertarik dengan topik ini.
Unduh untuk perangkat lain: