Buku Manajemen Bisnis Perikanan menjelaskan tentang bisnis perikanan mencakup semua usaha perorangan atau badan hukum untuk menangkap atau membudidayakan (usaha penetasan, pendederan, pembesaran) ikan, termasuk kegiatan menyimpan, mendinginkan, pengeringan atau mengawetkan ikan dengan tujuan untuk menciptakan nilai tambah ekonomi bagi pelaku usaha (komersial/bisnis) termasuk dalam usaha perikanan adalah pemasaran. Peluang bisnis perikanan dikenal ada tiga jenis bidang usaha yang potensial, yaitu usaha perikanan tangkap, usaha perikanan budidaya atau akuakultur, usaha perikanan pengolahan dan pemasaran perikanan. Selain peluang bisnis perikanan juga banyak tantangannya. Tantangan bisnis perikanan adalah hal atau kejadian yang dapat terjadi akibat sebuah proses yang sedang berlangsung atau kejadian yang akan datang dihadapi oleh usaha perikanan seperti: risiko keuangan, risiko alam dan risiko kesalahan manajemen. Risiko perusahaan dalam usaha perikanan dimana di dalam unit usaha perikanan sangat dipengaruhi oleh cuaca, sifat alam lainnya, wabah penyakit dan perubahan harga yang tidak dapat dikuasai oleh pembudidaya. Resiko keuangan terjadi karena dilaksanakannya keputusan-keputusan yang terpenting mengenai banyaknya modal yang akan dipakai dan sumber-sumber mana yang akan dipilih. Etika Bisnis adalah suatu kode etik perilaku pengusaha berdasarkan nilai-nilai moral dan norma yang dijadikan tuntunan dalam membuat keputusan dan memecahkan persoalan yang dihadapi. Etika Bisnis berperan penting mempertahankan loyalitas stakeholders untuk membuat keputusan-keputusan dan memecahkan persoalan-persoalan disebuah perusahaan. Biaya merupakan sebuah elemen yang tidak dapat dipisahkan dari aktivitas perusahaan. Biaya didefinisikan sebagai suatu sumber daya yang dikorbankan (sacrified) atau dilepaskan (forgone) untuk mencapai tujuan tertentu. Biaya yang dikeluarkan dalam bisnis perikanan meliputi biaya investasi, biaya tetap dan biaya variabel. Studi kelayakan bisnis merupakan kegiatan untuk menilai sejauh mana manfaat (benefit) yang dapat diperoleh dalam melaksanakan suatu kegiatan usaha/proyek. Studi kelayakan merupakan bahan pertimbangan dalam mengambil suatu keputusan, apakah menerima atau menolak dari suatu gagasan usaha/proyek yang direncanakan. Pengertian layak dalam penilaian ini adalah kemungkinan dari gagasan usaha/proyek yang akan dilaksanakan memberikan manfaat (benefit), baik dalam arti financial benefit maupun dalam arti social benefit
Unduh untuk perangkat lain: