Fakta empirik menunjukkan kehandalan strategi pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning) dalam memfasilitasi terbentuknya kompetensi peserta didik baik berupa pengetahuan, sikap, dan berbagai keterampilan seperti keterampilan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, komunikasi, literasi ilmiah dan pemecahan masalah autentik. Namun demikian, masih banyak pendidik yang kesulitan merancang, menerapkan dan melakukan asesmen hasil belajar berbasis proyek. Buku ini berupaya mengintegrasikan proses pembelajaran proyek berbasis local wisdom di kelas dengan upaya-upaya mendukung pengembangan desa wisata yang berkelanjutan. Pembahasan dilakukan secara sistematis, praktis dan disertai contoh nyata agar lebih mudah dipahami dan atau diadopsi oleh praktisi Pendidikan dan para pegiat wisata. Topik-topik yang dibahas meliputi pentingnya sektor pendidikan dalam pengembangan wisata, sumber belajar local wisdom, pembelajaran berbasis proyek, penilaian pembelajaran berbasis proyek, umpan balik hasil kerja proyek, pembelajaran berdiferensiasi dan lembar kerja peserta didik berbasis local wisdom. Buku ini dapat menjadi referensi dan acuan dalam pengembangan desain pembelajaran inovatif dan pengembangan eduwisata.
### "Pembelajaran Proyek Berbasis Local Wisdom Intervensi Pedagogik untuk Mendukung Desa Wisata Berkelanjutan" adalah karya yang ditujukan bagi pendidik dan praktisi yang memiliki minat dalam dunia pendidikan dan pengembangan masyarakat, terutama di bidang pariwisata. Buku ini menggali potensi lokal desa Karang Bunga, Kecamatan Mandastana, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, melalui sejumlah unit usaha dan inovasi produk olahan. Penulis, Dr. Arif Sholahuddin dan Yasmine Khairunnisa, melalui buku ini, memaparkan bagaimana desa Karang Bunga mengembangkan potensi lokalnya menjadi produk pariwisata dan ekonomi lokal. Menggunakan local wisdom sebagai pilar utama, desa ini telah membangun berbagai unit usaha seperti simpan pinjam, jual beli gabah, pengelolaan air bersih, penggemukan sapi, dan produksi es krim jeruk. Selain itu, desa ini juga telah mengembangkan diversifikasi olahan kulit jeruk menjadi hand sanitizer dan sabun. Kerjasama dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI) telah membantu dalam pengembangan pariwisata desa, namun masih memerlukan dukungan yang lebih luas, termasuk dari perguruan tinggi. Buku ini juga menekankan pentingnya memberdayakan masyarakat dan pemuda melalui pelatihan pengelolaan pariwisata. Buku ini diharapkan dapat menjadi sumber panduan bagi para pendidik dan praktisi dalam mendukung pengembangan desa wisata berkelanjutan.
Unduh untuk perangkat lain: