Di tengah derasnya arus digitalisasi, fenomena bullying justru menemukan ruang baru untuk berkembang melalui media sosial dan platform komunikasi daring. Cyberbullying menjadi bentuk perundungan yang lebih sulit dikendalikan karena sifatnya yang anonim, cepat menyebar, dan meninggalkan jejak psikologis yang mendalam bagi korban. Jika dahulu bullying terbatas pada interaksi tatap muka di sekolah, kini serangan verbal, penyebaran hoaks, hingga pelecehan visual dapat terjadi kapan saja dan di mana saja, bahkan tanpa batas ruang dan waktu. Kondisi ini menuntut pendekatan pendidikan yang lebih adaptif, di mana literasi digital, etika bermedia, dan penguatan nilai karakter harus diintegrasikan ke dalam proses pembelajaran. Lebih jauh, digitalisasi yang seharusnya membuka akses luas bagi kreativitas dan kolaborasi, sering kali disalahgunakan untuk menciptakan konten yang merendahkan martabat orang lain.
Buku "Komik Digital Internalisasi Nilai Karakter dan Edukasi Bullying" merupakan upaya inovatif dalam pengembangan bahan ajar berbasis media digital. Buku ini disusun untuk mendukung pendidikan karakter di era digital, di mana komik digital menjadi media alternatif yang menarik dan efektif. Isi buku ini mencakup pengertian, fungsi, dan kategori komik digital, serta model pengembangan bahan ajar yang dapat digunakan oleh guru dan pendidik. Buku ini tidak hanya mengedepankan nilai-nilai karakter seperti kejujuran, empati, toleransi, dan keberanian, tetapi juga membahas tema edukasi bullying secara mendalam. Materi dalam bentuk komik ditujukan untuk memberikan pemahaman yang komprehensif tentang bahaya perilaku bullying dan pentingnya membangun lingkungan yang aman dan inklusif. Buku ini diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada guru, pendidik, dan orang tua tentang metode pembelajaran yang kreatif dan bermakna, serta dapat menjadi panduan dalam pengembangan bahan ajar komik digital untuk mendukung pendidikan karakter di era digital yang semakin dinamis.
Unduh untuk perangkat lain: