Disfungsi seksual wanita adalah penyakit kompleks dan sangat umum yang menyerang banyak wanita. Beberapa faktor yang mempengaruhi fungsi seksual perempuan, antara lain faktor fisiologis dan psikososial. Penilaian disfungsi seksual wanita harus mencakup riwayat medis , psikososial lengkap dan pemeriksaan fisik. Disfungsi seksual wanita adalah istilah umum untuk berbagai gangguan multidimensi dan sering tumpang tindih terutama pada wanita paruh baya . Distres yang terkait dengan gejala seksual harus ada dan sebagian besar gejala harus berlangsung setidaknya 3 bulan yang terjadi setidaknya pada 75% pengalaman seksual untuk merumuskan diagnosis disfungsi seksual pada wanita. Gejala dari disfungsi seksual pada wanita umumnya tidak spesifik. . Kelainan fisik atau karakteristik psikologi tertentu tidak selalu bertanggung jawab dalam suatu gejala tertentu. Permasalahan seksual yang sama pada satu orang mungkin menyebabkan gejala yang berbeda, atau bahkan memberikan akibat yang berlawanan, pada orang lainnya. Banyak faktor yang dapat berkontribusi pada masalah disfungsi seksual pada wanita, termasuk masalah fisiologis dan fisik, hambatan psikologis dan sosial. Penurunan fungsi dan aktivitas seksual adalah hal biasa, tetapi kepuasan seksual dapat dipertahankan dalam hubungan jangka panjang. Ini membantu kita untuk memahami mengapa gejala seksual tidak selalu memenuhi syarat sebagai disfungsi seksual, oleh karena itu, tidak selalu memerlukan perawatan khusus. Seperti masalah penurunan libido dan ketidakmampuan untuk mencapai orgasme adalah dua hal yang paling sering mempengaruhi wanita lanjut usia. Dispareunia dan vulvodynia saat ini masih menjadi tantangan dan memerlukan pendekatan multidisiplin. Oleh karena itu, pemeriksaan yang komprehensif dan sistematis diperlukan untuk memahami penyebab spesifik nyeri genital. Perawatan sering melibatkan pendekatan multimodal yang mencakup pendidikan, pengobatan, terapi perilaku kognitif, terapi fisik, dan mungkin pembedahan. Identifikasi dan pengelolaan dispareunia yang berhasil memiliki manfaat yang luas baik untuk kesehatan fisik maupun mental karena dispareunia secara signifikan mengurangi kualitas hidup wanita yang terkena. Vaginismus didefinisikan sebagai kejang otot vagina yang tidak disengaja yang mengganggu hubungan seksual yang relatif mudah untuk didiagnosis dan diobati. Spasme otot vagina bukanlah kriteria diagnostik yang valid dan dapat diandalkan untuk vaginismus. Nyeri vulva merupakan karakteristik penting dari kebanyakan wanita yang menderita vaginismus dan harus selalu dievaluasi. Salah satu isu yang berkembang saat ini dalam tatalaksana disfungsi seksual pada wanita adalah tindakan Bedah Kosmetik Genitalia Wanita yang bisa berupa pembedahan dan non pembedahan . Bedah kosmetik genitalia wanita merupakan kondisi inklusif yang membutuhkan prosedur yang telah dirancang untuk mengubah aspek estetika dan atau fungsional alat genitalia wanita. Untuk mencapai hasil terbaik dalam fungsionalitas dan penampilan genitalia, dokter bedah uroginekologi, urologi dan bedah plastik harus menginformasikan pasien tentang variasi normal, melakukan evaluasi psikologis, dan mendiskusikan ekspektasi realistis. Selain pembedahan juga dikembangkan teknik non pembedahan berupa laser, radio frekuensi dan platelet rich palsma. Teknik pembedahan disini harus terindividualisasi dengan pertimbangan besar pada tujuan dan preferensi pasien dengan ekspektasi realistis. Untuk itu direkomendasikan konseling psikologi dan seksologi bagi semua wanita yang menginginkan prosedur bedah kosmetik genital wanita. Hal ini penting karena dapat mengeliminasi kemungkinan adanya gejala psikologis yang tidak teratasi serta membantu wanita untuk mengidentifikasi masalah seksualnya, karena bisa jadi disfungsi seksual pada wanita memiliki sumber penyebab lain seperti kualitas hubungan dengan pasangan seksualnya . Salah satu prosedur bedah kosmetik genital wanita adalah peremajaan vagina (Vagina Rejuvenation) dengan tujuan untuk merekonstruksi vagina dan otot dasar panggul . Adapun manfaat dari tindakan ini antara lain meningkatkan tonus dan kekuatan otot vagina, mengecilkan diameter vagina dan memperkuat bagian perineum. Oleh karena itu penting edukasi berupa konseling kepada pasien sebelum tindakan pembedahan dan non pembedahan yang berkaitan dengan disfungsi seksual wanita . Harapannya, buku ini dapat menjadi referensi khususnya bagi dokter obstetri dan ginekologi dalam penanganan secara komprehensif dan efektif terhadap keluhan seksual yang terjadi pada wanita.
Unduh untuk perangkat lain: