Buku Asesmen Berbasis Budaya Lokal: Integrasi Tradisi Baayun Maulid dalam Pembelajaran Fisika menghadirkan sebuah inovasi pendidikan yang menghubungkan ilmu pengetahuan modern dengan kearifan lokal masyarakat Banjar di Kalimantan Selatan. Tradisi Baayun Maulid yang sarat makna spiritual dan budaya dijadikan titik pijak dalam mengembangkan strategi pembelajaran serta asesmen fisika yang lebih kontekstual, bermakna, dan membumi bagi peserta didik. Dengan demikian, pembelajaran fisika tidak lagi sekadar berfokus pada hafalan konsep dan rumus, melainkan menjadi pengalaman belajar yang nyata, relevan, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Buku ini memuat penjelasan bagaimana prosesi ayunan dalam tradisi tersebut dapat diintegrasikan dengan konsep-konsep fisika seperti gerak harmonik sederhana, gaya gravitasi, energi mekanik, dan periodisasi ayunan. Pendekatan ini memberi peluang kepada siswa untuk belajar fisika melalui fenomena budaya, sehingga ilmu yang dipelajari tidak terlepas dari konteks sosial dan budaya mereka. Keunggulan utama buku ini terletak pada penyajian beragam contoh soal dan asesmen yang dirancang khusus berdasarkan fenomena Baayun Maulid. Setiap soal tidak hanya mengukur kemampuan menghitung, tetapi juga mendorong siswa untuk berpikir kritis, menafsirkan data, serta merancang penyelidikan ilmiah sederhana. Misalnya, siswa diminta menghitung periode ayunan berdasarkan panjang tali dalam prosesi Baayun, menganalisis faktor keamanan, hingga mengevaluasi kesesuaian praktik budaya dengan prinsip fisika. Dengan begitu, asesmen menjadi sarana belajar yang autentik sekaligus bermakna. Selain soal-soal kontekstual, buku ini juga menyajikan wacana, indikator pembelajaran, serta tujuan pembelajaran yang jelas, sehingga guru dapat langsung menggunakannya dalam kelas. Rangkaian soal dan wacana yang terstruktur menjadikan buku ini bukan hanya bahan bacaan, melainkan juga buku kerja praktis untuk mendukung pembelajaran berbasis budaya lokal. Secara keseluruhan, buku ini sangat bermanfaat bagi guru fisika, mahasiswa calon guru, akademisi, maupun praktisi pendidikan yang ingin mengembangkan model pembelajaran kontekstual dan asesmen autentik. Kehadirannya diharapkan mampu menguatkan literasi sains siswa, menumbuhkan apresiasi terhadap budaya daerah, sekaligus membentuk generasi yang unggul dalam ilmu pengetahuan namun tetap berakar kuat pada nilai-nilai kearifan lokal
### SINOPSIS BRIEF FOR THE BACK COVER Buku "Asesmen Berbasis Budaya Lokal Integrasi Tradisi Baayun Maulid dalam Pembelajaran Fisika" merupakan upaya inovatif dalam pendidikan, khususnya pembelajaran fisika, yang menggabungkan nilai-nilai budaya lokal dengan ilmu pengetahuan modern. Tradisi Baayun Maulid, warisan budaya masyarakat Banjar, menjadi inti dalam pengembangan strategi asesmen dan pembelajaran fisika yang kontekstual, bermakna, dan relevan. Buku ini mengajarkan bagaimana proses ayunan dalam tradisi tersebut dapat dihubungkan dengan konsep fisika seperti gerak harmonik sederhana, gaya gravitasi, energi mekanik, dan periodisasi ayunan. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan pemahaman konsep fisika, tetapi juga membangun rasa cinta terhadap budaya daerah. Buku ini mencakup berbagai contoh soal dan asesmen yang dirancang khusus berdasarkan fenomena Baayun Maulid, sehingga ilmu yang dipelajari tidak terlepas dari konteks sosial dan budaya peserta didik. Semoga buku ini dapat memberikan manfaat dan menjadi inspirasi dalam pengembangan pendidikan berbasis budaya lokal. --- *Banjarbaru, September 2025 Penulis Mustika Wati, Nadia Rezka Maulida, Dewi Dewantara, Sri Hartini Editor Surya Haryandi Penerbit ULM Press, 2025*
Unduh untuk perangkat lain: