Tranformasi lembaga pendidikan tidak hanya pada sekolah atau Madrasah yang bukan berbasis asrama. Ditemukan pula transformasi pada Pesantren yang sebelumnya bersistem Salaf atau Tradisional menjadi modern maupun perpaduan keduanya. Pesantren yang berubah dari sistem pendidikannya dipicu karena arus modernisasi. Selain itu lahirnya sistem pendidikan modern yang diterapkan Pesantren maupun Sekolah karena faktor lembaga pendidikan yang dirintis bangsa kolonial lebih mendominasi pada tataran prospek pekerjaan dan berdampak signifikan terhadap lulusan Pesantren. Polarisasi masyarakat di masa penjajahan Belanda sangat kental. Masyarakat terkelompokkan secara signifikan, selain itu pekerja di pemerintahan Hindia Belanda dari masyarakat pribumi ber-lulusan lembaga pendidikan Belanda. Akibatnya saat itu kondisi kaum santri merasa
Unduh untuk perangkat lain: