Aku berpikir, maka aku ada. Dalam dunia intelijen, berpikir bukan sekadar aktivitas intelektual, melainkan inti dari strategi. Buku ini mengulas hakikat intelijen sebagai kecerdasan berpikir, ilmu pengetahuan, organisasi, dan praktik strategis yang bertumpu pada teknik dan taktik. Berangkat dari pemikiran Ren
### "Cogito, Ergo Sum" dan Perspektif Dunia Intelijen Buku "Cogito, Ergo Sum" dan Perspektif Dunia Intelijen merupakan karya yang menggabungkan konsep filosofis dengan perspektif modern dalam dunia intelijen. Karya ini dipersembahkan kepada seluruh insan intelijen Indonesia, terutama kepada para senior yang telah berkecimpung dalam bidang ini. Buku ini menggali strategi politik dari sudut pandang filsafat RenΓ© Descartes, yang menekankan pada dasar-dasar demokrasi di mana kekuasaan berasal dari rakyat. Pendapat penulis mengenai pentingnya pemahaman bahwa kedaulatan berada di tangan rakyat dan bahwa pemimpin harus bekerja bersama rakyatnya untuk mencapai kebaikan bersama. Ini diilustrasikan melalui analogi pemimpin sebagai seorang pelayan yang harus turun langsung untuk bekerja bersama rakyat. Buku ini juga membahas tentang sanksi hukum terkait pelanggaran hak cipta, menekankan pentingnya memahami undang-undang yang berlaku, seperti Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta. Penulis menyebutkan sanksi pidana yang berlaku untuk pelanggaran hak ekonomi, mulai dari satu tahun penjara hingga tiga tahun penjara dan denda hingga ratusan juta rupiah, tergantung pada jenis pelanggaran. Selain itu, buku ini juga membahas tentang kegiatan intelijen di era modern, termasuk pengumpulan, pengolahan, dan penggunaan informasi untuk mendukung kepentingan nasional. Penulis menyebutkan bahwa kegiatan intelijen meliputi penyelidikan, pengamanan, dan penggalangan informasi. Dalam era digital, intelijen berperan penting dalam mengubah data besar menjadi pengetahuan yang dapat tindak lanjuti untuk menangani ancaman asimetris. singkat ini menyoroti bahwa buku "Cogito, Ergo Sum" dan Perspektif Dunia Intelijen merupakan karya yang menggabungkan pemahaman filosofis dengan praktik intelijen modern, memberikan wawasan baru bagi para praktisi dan pemahaman lebih dalam tentang konsep demokrasi dan keamanan negara di era digital.
Unduh untuk perangkat lain: