Ada yang bilang, buku adalah pengikat yang paling setia. Bagiku, menulis novel ini adalah cara untuk mengikat perjalanan hidup, merawat ingatan agar tidak lumat oleh waktu. Obsesi Sunyi lahir dari rahim pergumulan pribadi. Ia adalah buah dari kontemplasi panjang tentang kehidupan, jalinan emosi, dan berbagai sisi pencarian yang kerap kali begitu kompleks. Menulis, bagaimanapun, selalu menjadi refleksi dan representasi paling jujur dari diri penulisnya. Melalui lembar demi lembar kisah Mela dalam buku ini, aku sebenarnya sedang merekam apa yang pernah aku rasakan dan apa yang pernah aku pikirkan. Di luar itu semua, aku ingin menyampaikan terima kasih kepada semesta. Dihadiahkannya sesuatu yang terasa begitu menggairahkan, membawa banyak perubahan, dan mewarnai jalan hidup yang ku lalui. Meski rasa indahnya sebanding dengan rasa menderitanya. Aku tidak menyesal.
Unduh untuk perangkat lain: