Dalam buku ini, penulis berupaya menyuguhkan riwayat hidup penguasa terakhir Kesultanan Sambas, Sultan Muhammad Ibrahim Tsafiuddin. Penulis melihat keunikan sekaligus keprihatinan pada sosok ini, karena masa kekuasaannya yang penuh tekanan, seakan ditodong ?Senapan Belanda dan Katana Jepang?. Di antara banyaknya sultan yang pernah berkuasa sebelumnya
Buku Dalam Bayang-Bayang Kincir Angin dan Bunga Sakura Riwayat Penguasa Terakhir Kesultanan Sambas menyajikan kisah dramatis Sultan Muhammad Ibrahim Tsafiuddin, yang berkuasa selama dua belas tahun di era transisi tekanan yang berat. Walaupun terjeda oleh desakan persiapan sidang skripsi dan ujian akhir, penulis mencoba menyuguhkan sejauh mungkin riwayat hidup sultan ini. Waktu kekuasaannya menampakkan perubahan tekanan yang luar biasa, di tengah senapan Belanda dan katana Jepang. Di antara banyak penguasa sebelumnya, Sultan Muhammad Ibrahim Tsafiuddin menghadapi cobaan yang lebih berat, yang diakui oleh penulis sebagai era transisi kritikal. Kisah yang dipaparkan merupakan upaya untuk mengangkat sejarah beliau sebagai karya sejarah yang berharga, mengingat minimnya tulisan serupa yang pernah ada. Karya ini tidak mungkin terselesaikan tanpa sumbangsih dari berbagai pihak, baik berupa informasi, data, maupun dukungan motivasi.
Unduh untuk perangkat lain: