Buku kategori sejarah dan budaya berjudul Burakat Banua merupakan karya Putri Aida Syafrian. Burakat Banua mengajak Anda dalam ekspedisi historis ke jantung Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, mengungkap harta karun (burakat) sejarah dan kebudayaan yang tak ternilai. Dari kejayaan Kerajaan Berau yang megah, menelusuri seluk-beluknya yang mendalam, hingga napak tilas di Keraton Sambaliung yang penuh pesona. Buku ini juga membawa Anda pada rekam jejak tempo dulu yang kian samar, menjelajahi makam-makam raja sebagai cagar budaya, serta mengidentifikasi sepuluh objek pemajuan kebudayaan yang vital. Burakat Banua bukan sekadar buku sejarah, melainkan ajakan untuk memahami akar identitas di tengah derasnya arus modernisasi. Temukan esensi ''''banua'''' (negeri) yang bersemi dalam setiap halaman, dan biarkan kisah-kisah masa lalu menjadi lentera bagi masa depan.
### Burakat Banua, sebuah karya sejarah lokal yang ditulis oleh Putri Aida Syafriani, S.I.P., merupakan upaya mendalam untuk mencerminkan identitas Berau melalui serpihan-serpihan cerita dan jejak waktu. Buku ini tidak hanya sekadar menorehkan peristiwa sejarah, tetapi merupakan perjalanan batin penulis dalam menelusuri identitas kolektif Berau yang telah terbentuk melalui proses perubahan panjang. Burukat Banua dimulai pada periode tahun 1400-an dan mengeksplorasi berbagai pengaruh, mulai dari kerajaan Nusantara seperti Majapahit, Sulawesi, hingga pengaruh bangsa India, China, dan Arab. Penulis menyadari bahwa kehadiran Berau saat ini adalah hasil dari proses interaksi dan percampuran budaya yang mendalam. Selain itu, Burakat Banua juga mengedepankan pentingnya menjaga dan memperbarui cerita leluhur untuk menjaga identitas dan keberlanjutan sejarah Berau di era globalisasi yang cepat.
Unduh untuk perangkat lain: