Rumi adalah seorang ulama besar yang menguasai puncak nalar dan hukum, hingga sebuah pertemuan tak terduga di jalanan Konya membakar seluruh kerangka intelektualnya. Transformasi dramatis ini bukan sekadar pergulatan sejarah, melainkan sebuah dekonstruksi ego yang melahirkan salah satu mistikus terbesar sepanjang masa. Di balik jubahnya yang berputar dalam tarian Sema dan gema serulingnya yang meratap, terbentang sebuah peta jalan bagi jiwa yang lelah untuk kembali pulang. Melalui penelusuran mendalam terhadap riwayat hidupnya, pembaca diajak menyelami bagaimana kepedihan perpisahan dan luka batin diubah menjadi energi kreatif yang melahirkan ribuan bait puisi liris serta prosa-prosa hikmah yang tetap relevan melintasi berbagai abad dan keyakinan. Buku ini membedah setiap lapisan eksistensi sang Maulana, mulai dari masa penempaan akademisnya di Aleppo dan Damaskus hingga pencapaian puncak dalam mahakarya Masnawi. Lebih dari sekadar biografi tokoh masa lalu, narasi ini menyingkap esensi dari ajaran-ajaran spiritual yang menekankan pada universalitas cinta dan penghancuran berhala batiniah yang menghalangi pandangan manusia terhadap Tuhan. Inilah sebuah ziarah literasi bagi siapa pun yang ingin memahami bagaimana menjadi debu di hadapan Sang Pencipta adalah cara paling mulia untuk menemukan keberadaan diri yang sejati.
### Buku ini menguraikan biografi, karya-karya agung, dan perjalanan spiritual Maulana Jalaluddin Rumi. Rumi, penyair paling populer di Amerika saat ini, merupakan tokoh penting dalam sejarah Sufisme. Menurut Coleman Barks, penerjemah utama karya Rumi ke bahasa Inggris, Rumi berbicara tentang bahasa hati yang melampaui institusi agama dan doktrin, menawarkan hubungan langsung dengan Tuhan melalui tarian, musik, dan cinta. Annemarie Schimmel, pakar Sufisme legendaris asal Jerman, menggambarkan membaca karya Rumi sebagai berjalan di tengah taman mawar di saat fajar, dengan setiap baitnya adalah embun yang menyucikan jiwa dan sinar matahari yang menghangatkan hati yang beku oleh kesedihan dunia. Andrew Harvey, penulis dan pemikir spiritual kontemporer, menyebutkan bahwa Rumi memiliki kemampuan langka untuk mengubah penderitaan manusia yang paling dalam menjadi nyanyian suci, mengajarkan kita bahwa luka bukan untuk diratapi, melainkan tempat di mana cahaya Tuhan mulai merembes masuk ke dalam diri. Buku ini memberikan wawasan mendalam tentang Rumi, baik dari segi karyanya maupun perjalanannya spiritual, serta pengaruhnya terhadap masyarakat dan filsafat cinta.
Unduh untuk perangkat lain: