Tujuan pengendalian strategis sangatlah penting bagi perusahaan untuk memastikan apakah rencana-rencana yang telah ditetapkan berhasil dicapai. Dalam teori manajemen modern, tujuan pengendalian strategis diposisikan sebagai fungsi penting yang menjaga agar pelaksanaan strategi tetap berada pada jalur yang direncanakan dan dapat disesuaikan saat menghadapi dinamika lingkungan. Pengendalian bukan hanya soal memastikan bahwa organisasi bekerja sesuai rencana, melainkan juga menjamin bahwa organisasi tanggap terhadap perubahan dan tidak menyimpang dari tujuan jangka panjangnya. Untuk tetap menjaga agar pengendalian strategis tidak keluar dari aturan syariah, surah al-Ashr menjadi pedoman untuk merumuskan tujuannya pengendalian strategis. Surah al-Ashr memiliki kekuatan makna yang luar biasa dalam menuntun kehidupan individu dan kolektif termasuk dalam konteks kepemimpinan dan pengelolaan organisasi. Bila diterapkan dalam konteks manajemen strategis terutama dalam tujuan pengendalian strategis, surah al-Ashr menawarkan kerangka nilai yang sangat mendalam dan transformatif. Tujuan pengendalian strategis menurut perspektif ini bukan hanya untuk memastikan pencapaian target atau efisiensi organisasi, melainkan juga untuk menjaga arah hidup dan aktivitas agar terhindar dari kerugian yang bersifat eksistensial serta kolektif.
Buku ini memaparkan implementasi konsep tujuan pengendalian strategis di perusahaan, dengan memandu pembaca melalui beberapa prinsip inti yang ditarik dari surah al-Ashr dalam Al-Quran. Bab pertama membahas paradigma spiritual berbasis al-Ashr sebagai fondasi pengembangan tujuan pengendalian strategis. Bab kedua mengeksplorasi metodologi integrasi nurullah, al-ashr, dan tazkiyyatun nafs sebagai alat untuk membangun tujuan pengendalian strategis, dengan fokus pada konsep diri nurullah dan upaya membersihkan hati. Bab ketiga menggali pengertian tujuan pengendalian strategis dari ayat-ayat surah al-Ashr, terutama "wal ashir" (berawal dari waktu), "al ladina amanu" (iman sebagai fondasi perbuatan setiap insan), dan "wa’amilushshalihati" (implementasi amal saleh sebagai penyempurna iman). Bab keempat dan kelima mengenalkan butir-butir akhlak di perusahaan BUMN, termasuk internalisasi nilai amanah, kompeten, harmonis, loyal, dan adaptif. Bab keenam membahas implementasi konsep ini dalam praktik manajemen, mencakup aktivitas ibadah, amanah, muamalah, dan muhasabah, sehingga menghasilkan manfaat aspek finansial, sosial, dan lingkungan. Buku ini menekankan pentingnya dekat dengan Tuhan dalam menjalankan kewajiban duniawi perusahaan.
Unduh untuk perangkat lain: