Fenomenologi dapat disebut sebagai metode penelitian tertua dalam paradigma sosiologi definisi sosial yang mendorong kemunculan dan pengembangan metode humaniora turunannya, seperti etnografi, interaksionisme simbolik, semiotika, dan wacana. Salah satu hal menarik mengenai fenomenologi adalah pembahasan relasi kuasa fluktuatif yang mungkin saja sedikit terabaikan. Umumnya, relasi kuasa menganalisis siapa yang dominan dan yang subordinat. Padahal, kuasa bersifat relatif, ia ibarat permainan, selalu ada keuntungan di satu pihak dan kerugian di pihak lain, dan kerugian pihak lain akan berubah keuntungan dalam kesempatan lain, begitu sebaliknya. Tulisan-tulisan dalam buku ini merupakan hasil olahan para penulis βpakarβ di bidangnya masing-masing. Sebagian besar tulisannya berasal dari rekonstruksi, modifikasi, dan pengembangan tugas-tugas, baik tugas kelas konsentrasi maupun tugas akhir studi, selama mereka kuliah di sekolah pascasarjana UGM, bidang master dan doktoral KBM. Terdapat tiga varian pendekatan metodologi KBM dalam buku ini yang digunakan secara berbeda, yakni etnografi, wacana, dan semiotika. Hasilnya, buku ini menjadi medan tempur tekstual. Tulisan mereka benar-benar tajam, menantang, bertubrukan, bersinggungan, dan berlawanan. Inilah kumpulan tulisan tepi jurang. Ada yang mengonstruksi, merevisi, dan ada pula yang mendestruksi. Selamat Membaca.
singkat untuk cover belakang buku "IDENTITAS YANG TERBELAH Khalayak Aktif, Interseksionalitas Perempuan, dan Perlawanan Senyap Anak Muda Indonesia" --- "IDENTITAS YANG TERBELAH Khalayak Aktif, Interseksionalitas Perempuan, dan Perlawanan Senyap Anak Muda Indonesia mengeksplorasi kompleksitas identitas di kalangan anak muda Indonesia melalui lensa interseksionalitas dan peran media sosial. Buku ini menggabungkan pandangan ilmu kajian budaya dan media dengan analisis empiris dari berbagai kasus nyata. Kontributor utama, Dr. Pratama Dahlian Persadha, memberikan wawasan mendalam tentang penggunaan media digital dalam perlawanan sosial. Menyusul halaman-halaman berikut, Unik Hariyani dan Ardhie Raditya menyajikan studi mendalam tentang khalayak aktif dan peran perempuan dalam media kontemporer. Labiq Aqil, dengan latar belakang politik dan budaya, memberikan pemahaman tentang identitas minoritas di media daring. Terakhir, Ardhie Raditya sebagai editor, mengarahkan kajian yang mendalam tentang keseimbangan antara identitas publik dan privasi di era digital. Buku ini tidak hanya memuaskan bagi akademisi, tetapi juga bagi pembaca yang ingin memahami dinamika sosial modern." --- di atas mencakup kontribusi utama dari penulis-penulis yang terlibat dalam buku tersebut, sambil menggambarkan fokus utama dari kajian yang dilakukan.
Unduh untuk perangkat lain: