Pernahkah Anda membayangkan apa yang akan dilakukan Ibn Sina di dalam Gua Plato? Apakah ia akan menerangi kegelapan dengan cahaya akalnya, atau malah sibuk berdebat dengan bayangannya sendiri sampai bayangannya menyerah dan mengajukan mutasi ke gua lain? Buku ini mengajak pembaca bertualang ke dunia filsafat dengan santai, laiknya menikmati stand-up filosofi sambil menyeruput kopi. Kita akan bertemu dengan Diogenes yang galau mencari cara terbaik untuk mengerjai Plato (karena mengerjai Plato adalah hak segala bangsa!), Al-Farabi yang kaget tiba-tiba didatangi Nietzsche—dengan kumisnya yang mencurigakan—dan curhat soal demokrasi yang tidak manusiawi. Dan tentu saja, Sokrates yang bertanya tanpa henti sampai orang-orang mulai berpura-pura mendapat telepon darurat dari dewa Olimpus.
### Buku ini merupakan sekuel dari karya sebelumnya, yang kini dikerjakan dengan tekad serius, seolah-olah tidak ada hal yang lebih serius lagi. Dengan peringatan bahwa buku ini jauh lebih baik (dan lebih lucu, kalau bisa) dari yang sebelumnya, pembaca disajikan dengan anekdot-filsafat yang mencampurkan kebijaksanaan para filsuf dengan sentuhan humor yang kacau. Bayangkan acara TV dengan tema-tema filosofis pembaca akan merasakan kelucuan yang radikal sekaligus kengerian eksistensial. Menulis buku ini adalah upaya penulis untuk menunjukkan bahwa filsafat, meski sering dianggap sulit dan membosankan, sebenarnya bisa menjadi sesuatu yang menyenangkan dan bisa dinikmati tanpa merasa tertekan. Ide-ide di dalamnya lahir dari berbagai sumber, termasuk pemikiran dan kejadian nyata para filsuf, benturan teori, dan bahkan kesalahpahaman dalam memahami konsep-konsep filsafat. Semoga bermanfaat dan menarik. Selamat menikmati.
Unduh untuk perangkat lain: