Buku ini menganalisis fenomena adaptive re-use ruko (rumah toko) menjadi hotel di perkotaan, khususnya di Banjarmasin. Tren ini didorong oleh lokasi strategis ruko, efisiensi biaya, dan permintaan tinggi akan budget hotel. Dokumen ini mengupas tuntas karakteristik modul ruko (1, 2, dan 3 pintu) serta implikasinya terhadap desain fungsional, struktural, dan spasial hotel. Analisis menunjukkan bahwa ruko 3 pintu paling optimal untuk alih fungsi, memungkinkan jumlah kamar dan fasilitas yang lebih lengkap, bahkan memenuhi kriteria hotel bintang satu atau dua. Tantangan utama meliputi adaptasi struktur, integrasi sistem MEP (Mekanikal, Elektrikal, Plumbing) yang kompleks, serta pengaturan sirkulasi vertikal dan horizontal yang efisien, termasuk penambahan lift. Buku ini juga membahas strategi desain pola kamar, solusi akustik, dan rekomendasi bagi pengembang serta pembuat kebijakan untuk proyek alih fungsi yang berkelanjutan dan menguntungkan.
Unduh untuk perangkat lain: