Keraton, or the royal courts of Java played an important role in the culinary map. Dutch cuisine was first introduced to the public by local rulers when hosting ritual ceremonies. But this fails to explain why the Javanese like their dishes sweeter than most others. Koleksi Tempo Publishing
### Buku --- Judul The Royal Courts of Java and an Important Role in the Culinary Map Penulis PDAT Ismail, Asih Widiarti, Danni Muhadiansyah, Evan Koesumah Judul Original *The Royal Courts of Java and Their Important Role in the Culinary Map* --- Buku ini merupakan eksplorasi menarik tentang warisan kuliner Jawa, yang menyoroti peran Keraton atau Istana Raja dalam mempengaruhi budaya makanan di daerah tersebut. Cerita ini dipandu oleh tradisi dan ritual istana yang telah merumuskan dan melanjutkan tradisi kuliner lokal. Buku ini memulai narasinya dengan deskripsi menarik dari ritual malam di Istana Mangkunegaran, Solo, Jawa Tengah, pada perayaan yang jatuh pada tanggal 1 Oktober 2014, sesuai dengan kalender Jawa. Dalam acara yang tenang, anggota istana berkumpul dalam diam sementara harta karun dan makanan simbolis diletakkan. Dibahas juga resep-resep tradisional seperti pisang yang dimasak, apem (kue berbahan dasar tepung beras), opor ayam (ayam rebus dengan santan), dan pindang telur, yang mencerminkan hubungan yang mendalam antara spiritualitas Jawa dan praktik kuliner mereka. Teks ini juga membawa pembaca ke Pasar Legi, di mana Sutarni, seorang p????, mempersiapkan makanan tradisional. Keterampilan Sutarni dalam memilih bahan dan memasak makanan ritual seperti jenang suran (makanan pendamping) dan opor ayam menunjukkan komitmen luar biasa terhadap tradisi dan kenangan dalam masakannya. Buku ini juga menyentuh aspek sejarah kuliner Jawa, mencatat bagaimana masakan Belanda masuk ke daerah lokal selama periode kolonial, tetapi juga menekankan bahwa ini tidak sepenuhnya menjelaskan minat Jawa pada makanan manis. Ahli kuliner William Wongso memberikan wawasan tentang variasi regional dalam penggunaan rempah-rempah, yang dipengaruhi oleh rute perdagangan sejarah dan tukar-menuang budaya. Misalnya, rempah-rempah kering jauh lebih jarang ditemukan di bagian selatan Jawa dibandingkan dengan daerah pantai utara yang memiliki pengaruh Arab yang lebih kuat. Akhirnya, buku ini juga menjelaskan praktik pengdistribusian makanan raja kepada umum, yang telah berlangsung sejak zaman lama. --- Produksi PDAT Ismail, Asih Widiarti, Danni Muhadiansyah, Evan Koesumah Layout Zulfikar Epriyadi Hak Cipta TEMPO Publishing @ 2024 EISBN 978-623-05-7499-3 --- Sekilas, buku ini mengajak kita merasakan warisan dan tradisi kuliner Jawa yang mencerminkan kearifan lokal dan pengaruh sejarah yang mendalam.
Unduh untuk perangkat lain: