Burdah bukan sekadar syair. Ia adalah rintihan cinta, pengakuan kele mahan diri, dan pengagungan kepada insan paling mulia. Setiap baitnya mengalir seperti air mata kerinduan, setiap lariknya memancarkan cahaya pujian, setiap katanya menyimpan doa dan harapan akan syafaat dari sang kekasih. Buku terjemah ini lahir bukan dari keberanian ilmu, melainkan dari dorongan cinta dan rasa ingin berbagi. Sejak lama, al-faqir menyaksikan bagaimana Qasidah al-Burdah begitu akrab di lisan kaum muslimin
Unduh untuk perangkat lain: