Sektor perbankan menempati posisi strategis dalam sistem perekonomian karena berfungsi sebagai lembaga intermediasi keuangan, penjaga stabilitas moneter, serta penggerak aktivitas ekonomi nasional dan global. Dalam konteks tersebut, kinerja dan integritas organisasi perbankan tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan sistem keuangan, kekuatan modal, atau kepatuhan terhadap regulasi, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh dinamika internal organisasi. Salah satu dinamika yang kerap tersembunyi namun memiliki dampak signifikan adalah politik organisasi. Politik organisasi perbankan merujuk pada penggunaan kekuasaan, pengaruh, dan relasi personal oleh individu atau kelompok di dalam organisasi untuk mencapai kepentingan tertentu yang tidak selalu sejalan dengan tujuan formal lembaga. Praktik ini dapat muncul dalam berbagai bentuk, mulai dari pengambilan keputusan strategis, penempatan jabatan, distribusi sumber daya, hingga kebijakan kredit dan pengelolaan risiko. Dalam industri perbankan yang sarat regulasi dan kepentingan publik, keberadaan politik organisasi menjadi isu krusial karena berpotensi memengaruhi objektivitas, profesionalisme, dan akuntabilitas pengelolaan bank.
Unduh untuk perangkat lain: