Mikrokonseling memiliki peranan yang sangat penting dalam membentuk kompetensi calon konselor. Melalui penguasaan keterampilan-keterampilan dasar seperti attending, mendengarkan secara aktif, memberi respon, mengajukan pertanyaan, serta mengarahkan konseli, konselor diharapkan mampu membangun hubungan konseling yang profesional, empatik, dan bermakna. Namun demikian, dalam praktik pembelajaran maupun pelaksanaan konseling, masih ditemukan berbagai kendala dalam memahami dan menerapkan keterampilan-keterampilan tersebut secara tepat. Oleh karena itu, buku ini disusun untuk membantu mahasiswa dan praktisi pemula dalam memahami konsep serta penerapan mikrokonseling secara lebih sistematis dan kontekstual.
Unduh untuk perangkat lain: