Perkembangan dunia pendidikan pada era globalisasi dan revolusi digital dewasa ini menuntut adanya perubahan paradigma pembelajaran, termasuk dalam pembelajaran Fikih di lembaga pendidikan Islam. Pembelajaran tidak lagi cukup hanya berorientasi pada transfer pengetahuan, tetapi juga harus mampu membentuk kemampuan berpikir kritis, kreatif, komunikatif, kolaboratif, serta membangun kesadaran literasi yang luas pada peserta didik. Dalam konteks tersebut, pendekatan pembelajaran kontekstual berbasis multiliterasi menjadi salah satu alternatif strategis untuk menghadirkan proses pembelajaran yang relevan dengan kehidupan nyata peserta didik sekaligus mampu menjawab tantangan abad ke21.
Unduh untuk perangkat lain: