Di tengah dominasi paradigma akuntansi modern yang cenderung universal dan berorientasi pada efisiensi ekonomi, kearifan lokal menawarkan sudut pandang alternatif yang menempatkan nilai budaya, etika, harmoni sosial, serta keberlanjutan sebagai fondasi penting dalam praktik akuntansi. Nilai-nilai seperti gotong royong, kejujuran, tanggung jawab sosial, keseimbangan dengan alam, dan spiritualitas lokal sesungguhnya telah lama menjadi bagian dari sistem pengelolaan ekonomi masyarakat tradisional, meskipun belum sepenuhnya terformalkan dalam kerangka akuntansi konvensional. Bunga rampai ini menghadirkan beragam kajian konseptual dan empiris yang menunjukkan bagaimana kearifan lokal dapat diintegrasikan dalam praktik akuntansi, baik pada sektor usaha mikro dan kecil, lembaga adat, koperasi, desa, maupun organisasi berbasis komunitas. Dengan pendekatan interdisipliner, buku ini diharapkan mampu memperkaya khazanah keilmuan akuntansi sekaligus menjadi jembatan antara teori akademik dan realitas sosial-budaya masyarakat.
Unduh untuk perangkat lain: