Perkembangan wacana keberlanjutan (sustainability) telah menjadi perhatian utama berbagai organisasi di seluruh dunia. Akuntansi tidak lagi dipahami semata-mata sebagai instrumen pencatatan dan pelaporan keuangan, tetapi juga sebagai sarana pertanggungjawaban sosial, lingkungan, dan moral kepada seluruh pemangku kepentingan. Dalam konteks ini, konsep akuntansi keberlanjutan terus berkembang untuk menjawab tuntutan masyarakat akan tata kelola organisasi yang lebih bertanggung jawab, transparan, dan berorientasi pada kemaslahatan bersama. Isi buku ini diawali dengan prolog mengenai paradigma menjaga keberlanjutan organisasi dan pentingnya keterlibatan masyarakat sebagaimana ditekankan oleh Muhammadiyah. Selanjutnya, buku ini menguraikan konsep akuntansi keberlanjutan, pelaporan keberlanjutan, serta relevansinya dalam konteks organisasi Muhammadiyah. Pada bagian-bagian berikutnya, penulis melakukan telaah kritis terhadap pilar sosial dalam akuntansi keberlanjutan berbasis Global Reporting Initiative (GRI), mengidentifikasi berbagai permasalahan normatif yang muncul, serta menawarkan refleksi dan koreksi konseptual terhadap praktik yang berkembang saat ini.
Unduh untuk perangkat lain: