Apa arti karya sastra bagiku, lebih khusus puisi? Itu adalah pertanyaan yang kerap aku pikirkan. Dan setiap ingin menjawab, aku teringat pada sekian kisah di masa kecilku. Salah satunya, adalah ketika ada seorang ibu yang selalu membuntutiku. Apa itu di alun-alun, di Kampung Arab, atau bermain kelereng di Kampung Kelenteng. Dan ibu itu, yang aku panggil dengan nama Mak Ca, adalah pengasuhku. Pengasuh yang sayang padaku. Pengasuh, yang meski tidak punya hubungan darah dengan keluargaku, tapi rasa sayangnya padaku tak terukur. Pengasuh, yang sebelum meninggal, masih sempat membelikan sebungkus nasi campur kesukaanku. Nasi campur dari Warung Pojok dekat Pecinan yang sangat terkenal dengan kelezatan acarnya.
Unduh untuk perangkat lain: