Buku ini berangkat dari fondasi filosofis bahwa ilmu pengetahuan, termasuk farmasi, dalam pandangan Islam adalah bagian dari ibadah. Kerangka Tauhid menyatukan ayat kauniyah (hukum alam) dan ayat qauliyah (wahyu) sebagai sumber kebenaran yang saling menguatkan. Dari sini, kami membangun konsep kesehatan holistik Islam yang meliputi jasmani (jismiyah), akal (aqliyah), dan ruhani (ruhaniyah), serta menawarkan perspektif yang dalam tentang makna sakit, ikhtiar, dan tawakkal. Pembahasan kemudian mengalir ke ranah praktis, mulai dari penerapan prinsip etika Islam seperti amanah, kejujuran, dan keadilan dalam tata kelola obat, hingga analisis kritis isu kontemporer seperti kehalalan produk, farmakovigilans, dan peran farmasis di era digital.
Unduh untuk perangkat lain: